September 16 2015 0comment
Pameran Jendela Aluminium dan Jendela UPVC di Jakarta Covention Center (2)

Pilih Jendela Jangan Hanya Buat Ventilasi

Sebagai negara tropis yang lembab seperti Indonesia, bangunan rumah cukup bergantung pada keberadaan jendela. Tidak lain, demi berlangsungnya ventilasi secara alami.

Namun kini, selain sebagai ventilasi udara jendela pun bermanfaat sebagai peredam kebisingan dari luar ke dalam bangunan rumah. Plus, jendela pun mampu memberikan nilai estetika tersendiri bagi sebuah bangunan.

Untuk itulah, banyak jendela didesain sedemikian rupa untuk memenuhi sekaligus ketiga fungsi tersebut. Tidak sulit memilih tipe jendela, sebetulnya. Letak atau lingkungan sekitar dan kebutuhan sudah cukup untuk dijadikan acuan. Simak beberapa panduan di bawah ini, misalnya:

Moon Gate
Jendela ini banyak terdapat di rumah-rumah berlanggam arsitektur Cina, yang kerap disebut dengan Jendela Bulan. Fungsinya sebagai penghubung visual antara dua ruangan yang dibatasinya, yaitu dijadikan sebagai pemisah antara halaman samping dan halaman utama.

Jendela UPVC Bi-fold
Dipasang di depan rumah, fungsi jendela ini akan sebagai pintu pembuka. Tetapi, jendela ini juga cocok dipakai di bagian samping kamar tidur atau samping rumah yang bersebelahan dengan taman atau kolam renang.

Permukaannya terbuat dari kaca, bentuknya pun menyerupai pintu yang bisa dibuka-tutup seluruhnya atau hanya sebagian. Hal yang harus diperhatikan, jendela ini sebaiknya tidak dipasang di tempat atau bagian ruang yang berpotensi terkena percikan air hujan dan sengatan langsung sinar matahari. Selain mudah berlumut, kaca ini juga gampang kotor, kesat, dan berjamur.

Jendela UPVC Double Hung Window
Biasa disebut juga jendela Atas-Bawah, karena terdiri atas dua bagian, yaitu atas dan bawah. Kedua bagian jendela ini bisa dibuka bergantian dengan menggesernya (sliding). Udara bisa masuk baik dari atas ataupun bawah, tergantung kebutuhan.

Jendela UPVC ini bisa dibuat menggunakan bahan baik dari kayu atau alumunium dan relatif bisa digunakan di semua desain bangunan rumah, baik itu klasik atau modern, baik bangunan rumah besar atau kecil

Jendela UPVC Ayun atau Casement
Karakteristik jendela UPVC ini memiliki bukaan dan jendela yang menjorok keluar, yang bisa digunakan jika menginginkan aliran udara masuk ke dalam rumah. Biasanya, jendela ini menggunakan bahan alumunium dan kaca, yang bisa dipilih memakai dua pilihan pemasangan yaitu jungkit dan butt. Hanya saja,penempatannya harus memperhatikan baik tidaknya sirkulasi udara dari luar

Jendela UPVC

Jendela UPVC Nako
Jika rumah Anda berada dekat atau bahkan di pinggir jalan raya, model jendela ini tepat dijadikan pilihan. Nako bisa mengalirkan udara ke dalam ruang tanpa membawa debu atau polusi dari luar rumah.

Memang, desain nako dari zaman dulu sampai sekarang tidak berkembang, alhasil terkesan ketinggalan zaman. Padahal ditinjau dari fungsinya, nako mampu memenuhi dua fungsi sekaligus, yakni sebagai ventilasi udara dan cahaya. Dengan nako, udara dapat masuk lebih leluasa, karena arah dan kecepatan angin bisa diatur sesuai kebutuhan

Jendela Hopper
Mempunyai karakter bukaan yang membuat udara mengalir ke atas. Untuk menggunakannya di rumah, pastikan posisi jendela agak rendah dari dinding.

Cirinya, engsel jendela ini terbalik, yakni di bawah dan biasanya digunakan oleh negeri empat musim untuk jendela ruang bawah tanah dan kerap disebut fixed pane window. Tetapi, di kota besar seperti Jakarta, jendela ini juga bisa digunakan di perkantoran atau ruangan ber-AC lainnya. Tidak dapat dibuka lebar, namun jendela ini mampu untuk membung asap rokok keluar ruangan.

Namun demikian, muncul indikasi bahwa jendela jalusi mampu meminimalkan intrusi kebisingan sedikit lebih baik dibandingkan dua model jendela yang lain.

admin

Write a Reply or Comment